Monday, February 11, 2019

Mencairkan BPJS Di Bank, Alternatif Pencairan Selain Online Dan Manual

 — SEKEDAR INFORMASI —
BPJS CABANG CIKUPA, TANGERANG SEKARANG TIDAK MENERIMA KLAIM SALDO BPJS SECARA MANUAL ATAU KLAIM LANGSUNG KE KANTOR CABANG CIKUPA
UNTUK KLAIM SALDO BPJS HANYA BISA MELALUI ONLINE DAN MELALU BANK
hanya BPJS Cabang Cikupa – tidak tahu untuk cabang yang lain

Mencairkan BPJS Di Bank – Ini adalah pengalamanku mencairkan BPJS Ketenagakerjaan. Waktu itu tanggal 07-11-2017 jam 07.30 pagi, saya berangkat ke Bank BJB Balaraja dengan perkiraan waktu 25 menit sampai ke tempat tujuan dan semoga mendapatkan antrian no 1 atau setidaknya dibawah no 5. Aihh jalan macet ternyata semalam abis ujan, sampai Bank BJB lebih jam 08.05 menitan dan antrian Customer Service sudah sampe angka 9 dan saya dapat antrian no 10. Ketika datang satpam menanyakan maksud kedatanganya ke Bank BJB dan saya jawab untuk melakukan pendaftaran pencairan atau klaim BPJS Ketenagakerjaan. Pak satpam memberikan form klaim BPJS Ketenagakerjaan dan menanyakan apakah sudah punya maps warna merah atau belum? aduhh mana kutahu….. saya pun keluar mencari tempat fotocopy, tambah repot malah karena saya tidak tahu sebelumnya apa aja syaratnya. Ini adalah dokumen-dokumen atau surat yang perlu dibawa jika ingin mencairkan di Bank BJB.

SYARAT MENCAIRKAN BPJS DI BANK

  1. Bawa Stopmap warna merah atau biru.
  2. KTP / Surat Domisili Asli dan Fotocopy (Jika anda mempunyai KTP luar daerah buatlah dulu surat keterangan Domisi ke kelurahan).
  3. Kartu BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek Asli dan Fotocopy.
  4. Kartu Keluarga Asli dan Fotocopy.
  5. Surat Pengalaman Kerja / Paklaring Asli dan Fotocopy
  6. Jika anda berhenti kerja setelah tanggal 15 September 2015 maka anda harus mempunyai surat keterangan dari DISNAKER Asli dan Fotocopy.
  7. Buku Tabungan Asli dan Fotocopy (Jika belum punya tabungan maka wajib membuat buku tabungan).
  8. Materai 6.000 dua lembar, jika tidak ada bisa beli disana.
Form Mencairkan BPJS Di Bank
Form Mencairkan BPJS Di Bank
Sambil menunggu antrian saya mengisi form pengajuan pencairan BPJS Ketenagakerjaan. Antrian pengajuan klaim BPJS di bank BJB ternyata lumayan banyak lho dari 10 antrian kurang lebih 8 orang mencairkan BPJS Ketenagakerjaan / Jamsostek. Lama sekali menunggu antrian no 10, bayangkan antrian no 10 aja sampe jam 10:45 siang, bagaiman kalau saya datang ke Bank BJB jam 9. sampai sore kyaknya :).

Oke sekarang saatnya proses di customer service, Serahkan semua dokumen yang sudah saya sebutkan tadi diatas asli dan fotocopy. Customer service akan melakukan pengecekan berkas-berkas dengan sistem komputer yang terhubung dengan data BPJS. Jika ada berkas yang kurang atau ada kesalahan data akan langsung diberitahukan oleh customer service bahwa ada kesalahan. Kita diharuskan melaukan pembetulan terlebih dahulu ke kantor BPJS Terdekat. 
      Nahh sekedar informasi jika anda mencairkan BPJS di Bank BJB maka anda wajib mengikuti program BPU BPJS Ketenagakerjaan. Apa itu program BPU???
Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut yang meliputi : Pemberi Kerja; Pekerja di luar hubungan kerja atau Pekerja mandiri dan Pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja yang bukan menerima Upah, contoh Tukang Ojek, Supir Angkot, Pedagang Keliling, Dokter, Pengacara/Advokat, Artis, dan lain-lain.

Menurut dari customer service program BPU diumpamakan seperti kartu SIM prabayar pada Handphone dengan masa aktif selama 6 bulan. Jadi jika setiap 6 bulan kita bayar BPJS BPU maka kartu BPJS tersebut aktif dan jika setelah 6 bulan dari pembayaran kita tidak melakukan pembayaran lagi maka kartu BPU tersebut tidak aktif lagi. Untuk mengaktikan kembali kartu BPJS BPU yaitu dengan cara melakukan pembayaran kembali atau kata lainya di isi ulang. Untuk lebihnya tentang program BPJS BPU silahkan klik link dibawah ini.

Jika semua proses di customer service sudah selesai maka anda akan mendapatkan sebuah tanda terima dari Bank BJB, Contohnya seperti dibawah ini. Untuk  pencairan kurang kurang lebih 7 hari kerja dan hari sabtu atau minggu tidak dihitung,pulanglah saya semoga tidak ada masalah dalam pencairan BPJS Ketenagakerjaan.

Setelah 7 hari kerja saya cek kok tidak ada transferan ke dari BPJS, saya abaikan mungkin karena banyak yang mengajukan klain kemungkinan mundur minggu depan. Pulang kampunglah saya dulu mumpung ada kesempatan libur, sampai kampung pun saya cek ternyata belum ada transferan juga. Saya masih berpikiran bahwa yang mengajukan banyak dan masih dalam antrian jadi sabar saja. Setelah saya balik dari kampung saya cek juga masih belum ada transferan terhitung sudah 2 minggu sudah dari pengajuan klaim. Saya mencoba melakukan konfirmasi ke bank BJB Balaraja melalui telpon semoga ada informasi yang jelas, tapi ternyata kata petugasnya kita hanya menerima dokumen dan menyetorkan dokumen ke Kator BPJS.  

Bank BJB tidak bisa mengecek atau mengetahui sampai mana prosesnya dan saya disarankan untuk melaukan pengecekan manual ke kantor BPSJ Ketenagakerjaan. Kemudian saya mecoba kembali melakukan pengecekan dengan menelpon ke Call Center BPJS di 1500910 dan menanyakan status pengajuan klaim saya sudah sampai mana, tapi ternyata petugas Call Center BPJS juga tidak bisa melakukan pengecekan karena saya pengajuan klaimnya secara manual melalui bank dan disarankan untuk melakukan pengecekan manual ke kantor Bank BPJS terdekat. Dalam kasus saya Bank BJB Cabang Balaraja bekerjasama dengan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cikupa. 
Okelahh daripada status saya digantung dan tidak ada kejelasajan maka sayapun mendatangani Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Jam 8:30 saya sampe di kantor BPJS Cikupa, langsung masuk dan menceritakan kepada satpam yang bertugas di dalam kantor bahwa pengajuan klaim saya belum cair, saya dikasih antrain nomer dan dapat no 10 sedang berjalan no 5. Untuk masalah antrian di BPJS Ketenagakerjaan termasuk cepat, jam 9:15an antrian saya dipanggil, saya serahkan bukti penerimaan dari Bank BPJS bahwa klaim belum cair ke petugasnya. Petugas menanyakan terlebih dokumen saya terlebih dahulu KTP Asli, KK Asli dan petugas menayakan juga apakah tidak ada sms pemberitahuan dari BPJS, Saya jawab tidak ada karena memang tidak ada SMS pemberitahuan bahwa berkas saya bermasalah.

Petugas kemudian mencari berkas saya dan memberitahukan bahwa ada berkas yang kurang yaitu paklaring ditempat kerja pertama saya di PT YMMI. Jadi saya pernah bekerja di PT Yamaha Motor Manufacturing Indonesia dan PT Fosta Unggul Perdana selama. Oleh customer service Bank BJB saya cuma dimintakan paklaring terakhir saya yaitu hanya di PT Fosta Unggul Perdana. Petugas BPJS meminta paklaring asli dan fotocopynya. setelah itu saya dikasih semacan print out saldo akhir BPJS saya yang akan di cairkan dan disuruh menunggu 7 hari kerja.
Mencairkan BPJS Di Bank
Print Out Saldo BPJS
Hati tenang sudah semoga tidak ada masalah lagi sehingga uang BPJS cepat cair dan benar saja cuma 3 hari kerja saldo BPJS saya langsung cair dan masuk ke rekening Bank BJB saya. berdasarkan pengalaman saya ini dapat disimpulkan bahwa :

Bank – Bank yang melayani pencairan atau klaim BPJS Ketenagakerjaan fungsinya hanya menerima dokumen, melakukan pengecekan apakah dokumenya lengkap, menyetorkan dokumen ke BPJS yang bekerjasama dengan Bank tersebut dan Bank hanya menerima pencairan dana dari BPJS ke rekening nasabahnya. Jika ada kekurangan atau masalah kita tetap harus melakukan pengecekan manual ke kantor BPJS. 

Semoga tulisan saya ini membantu, silahkan share atau bagikan pengalaman anda yang sudah pernah mencairkan BPJS Ketenagakerjaan baik yang secara online, melalui bank, pencairan secara offline / manual dengan datang lansung ke kantor BPJS terdekat.
Load disqus comments

0 komentar